Google+ Badge

Minggu, 29 Maret 2015

STUCK



Langkahku terhenti saat aku melintasi lapangan bola voli. Dibawah lampu lapangan yang berwarna kuning, aku melihat bayangan dirimu sedang bermain. Keningmu dipenuhi dengan peluh, napasmu terengah. Tapi senyum ceria tidak pernah terhapus dari bibirmu. Senyum yang indah.

Aku pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya. Dulu. Menatap kagum saat melihatmu bermain voli. Berlari ke sana kemari untuk menyambut bola dari lawan. Menjaga agar bola itu tidak terjatuh dilapanganmu.

Ahh… ternyata yang baru saja kulihat adalah bayangan masa lalu. Bayangan dari masa delapan tahun lalu itu masih terpatri jelas di memoriku.

Ya, ini sudah delapan tahun. Melupakan bukanlah hal yang mudah. Apalagi berpura-pura baik-baik saja padahal kenyataannya aku tidak baik-baik saja.

Rasanya? Sakit, dan bahagia datang pada saat bersamaan. Bahagia karena ternyata aku bisa mencintai orang lain selain diriku sendiri. Sakit karena cinta itu tidak pernah berwujud nyata.

Apa sudah saatnya untuk merelakan kemudain melepaskan? Apa aku harus menyerah atas perasaan yang sudah kujaga selama delapan tahun ini? Apa aku sudah siap mengosongkan hati yang selama delapan tahun ini dihuni olehnya? Oh… aku tidak yakin kalau aku bisa.

Sampai kapan? Entahlah. Yang jeas aku menikmati setiap hariku merindukan masa itu. Memiliki rasa ini.

Apa aku tidak akan berhenti? Mungkin. Mungkin nanti pada saat jodoh yang telah disiapkan Tuhan menunjukkan dirinya.

Jodoh? Bukankah jodoh adalah orang yang mencintai dan kita cintai yang akhirnya akan menghabiskan sisa hidup bersama kita?

Bukan! Jodoh adalah takdir yang disiapkan Tuhan. Dia yang akan menajdi sandaran terakhir kita. Dia yang hanya akan berpisah dengan kita ketika maut datang. Karena jodoh kita tidak selalu adalah orang yang mencintai dan kita cintai. Itu realitanya.


For the past.

10 komentar:

  1. bentar mbak. ini buat mantan apa yang dikagum ?
    kalau buat yang dikagum, kejar terus!!
    kalau buat mantan, ikutin waktu aja, nanti juga lupa. hehe :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan mantan yang jelas. Pengen, sih, memperjuangkan. Tapi kami udah enam tahun lost contact, nggak tau dia di mana sekarang.

      Hapus
    2. susah ini mah mau bagi masukannya juga..
      tetep semangat \m/

      Hapus
    3. Haha.... Jadi serba salah yak.

      Hapus
  2. Mau dekat ma jodohmu, deketin dulu sang penciptanya... baru pepetin orang tuanya, jangan pepetin jodohnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow. Nyautnya ke Sang Pencipta. Agak-agak berat nih kalo apa-apa dibelokin ke sana.

      Hapus
  3. Semoga perjalanan cintanya dimudahkan.

    Stuck itu pasti terjadi, namun. Tak perlu ragu, coba pelajari dirinya baik2. Sehingga jodoh semakin mudah datang. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap. Terima kasih atas nasehatnya.

      Hapus
  4. ya sih emang susah ngebuka hati ketika hatinya udah ke isi padahal si dia udah ngilang, huft. eh coba cari tau tentang si dia nya, bisa jadi dianya udah nikah , jadi kamu bisa cepet mup on XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa.... Udah. Enggak, belum nikah kok. Tapi kayaknya nggak menutup kemungkinan soal hal itu

      Hapus