Google+ Badge

Jumat, 06 Maret 2015

Pola Makan Sehat, Enak & Mudah versi Anis



Saya sangat setuju dengan statement yang mengatakan bahwa ‘pola makan terbukti berhubungan erat dengan kondisi kesehatan seseorang’. Karena saya sudah mengalami serta membutikannya sendiri.
Dulu, saya memiliki kebiasaan buruk untuk tidak sarapan setiap pagi. Awalnya karena bangun yang selalu kesiangan sehingga saya tidak memiliki cukup waktu untuk sarapan. Hasilnya, saya menderita sakit maag yang lumayan parah. Lambung saya ini sekarang tidak bisa menerima minuman bersoda dan kafein. Sekecil apa pun kandungan kafein dan soda tersebut. Kalau saya nekat minum, ujung-ujungnya saya akan terkapar selama berhari-hari karena makanan jadi tidak bisa masuk ke lambung sama sekali.

Kemudian kebiasaan buruk saya yang kedua, suka ‘camilan bego’ yang dijual di mini market-mini market. Seringnya camilan itu mengandung zat pengawet, zat pewarna buatan dan MSG yang berlebihan. Suatu ketika saya mendapati ada benjolan di payudara sebelah kanan saya. Kata dokter yang pertama, ini hanya pembengkakan kelenjar susu. Kemudian dokter kedua menyebutkan benjolan ini bukan jenis parah, tetapi harus segera ditindak dengan opersai. Saat itu saya syok dan takut.

Saya merasa hal itu nggak adil karena saya penyuka sayur dan buah. Saya juga nggak selalu mengkonsumsi daging. Tapi kenapa saya mendapat sakit itu? Setelah saya berpikir, saya baru sadar dengan kebiasaan buruk saya saat masih remaja dulu. Penggemar ‘camilan bego’.
Setelah didiagnosis sakit tersebut, saya sempat menjadi vegetarian. Hanya makan sayur dna buah saja. Tapi kemudian kata dokter hal itu nggak harus dilakukan. Yang terpenting adalah menjaga pola makan dan mengurangi makanan berlemak serta berhenti mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet dan MSG.

Kemudian sampai sekarang saya sangat berhati-hati sekali menjaga pola makan. Selalu mengusakan untuk makan tiga kali sehari. Sarapan, makan siang dan makan malam tepat apda waktunya. Menunya juga harus selalu ada sayur. Saya mengurangi konsumsi daging dan ayam, juga camilan-camilan bego yang biasa saya konsumsi dulu. Serta memperbanyak minum air putih. Karena percaya atau tidak, air putih itu sangat bagus manfaatnya untuk tubuh kita.

Sudah sama-sama kita ketahui, kalau kita kurang minum maka keseimbangan tubuh kita akan terganggu. Parahnya kita bisa terkena dehidrasi yang bisa berakibat pada kematian. Saya memiliki sebuah cerita tentang air putih. Saat remaja dulu, Ibu saya menderita lemah jantung parah. Setiap mendengar suara keras sedikit saja dia akan langsung menangis. Sedikit tertekan, dia akan langsung lemas dan sakit. Kemudian dokter beliau menyarankan, untuk lari pagi setiap hari sampai badan merasa lelah dan tidak mampu untuk bergerak lagi. Kemudian setelahnya minum air putih sampai benar-benar kenyang. Ibu saya melaksanakan saran dari dokter tersebut selama beberapa bulan.

Setelah merasa kondisi jantungnya membaik, Ibu saya kembali periksa ke dokter. Dokter bilang, kemajuan kesehatan jantung Ibu sangat baik. Sampai akhirnya Ibu dinyatakan sembuh sampai detik ini, beliau sudah berusia lima puluh tahun lebih. Nah, itulah contoh sederhana tentang betapa bermanfaatnya air putih bagi tubuh kita.

Intinya, untuk mendapatkan hidup yang berkualitas dan selalu sehat, mengatur pola makan itu sangatlah penting. Dengan cara mengkombinasi makanan dari sayuran, buah, karbohidrat dan protein hewani serta air putih setiap hari─intinya konsumsi antara karbohidrat, sayur, buah dan protein hewani haruslah seimbang. Serta tidak mengabaikan jadwal makan. Sarapan antara jam tujuh sampai jam sepuluh pagi, makan siang antara jam dua belas sampai jam dua, dan makan malam antara jam enam sampai jam delapan. Dengan pola hidup yang lebih baik, maka kita akan mendapatkan hidup yang berkualitas juga.


2 komentar:

  1. Hmmm... ampe skr aku jg blm teratur makannya mba.. apalagi sarapan, yg udhlah bisa diitung pake jari dlm sebulan...bnykan skip, trs lgs k makan siang -_-. pdhl si mba ART sbnrnya udh nyiapin tiap pagi, tp ttp aja ga kesentuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, Mbak. Bener-bener jaga makan deh. Nanti kayak aku, lho. Lambungku ini sekarang nggak mau nerima caffein. Sedikit apa pun itu.

      Hapus