Google+ Badge

Rabu, 20 Januari 2016

Lose the Moment



Kehilangan yang paling nggak bisa aku lupakan sejak hal itu terjadi sampai sekarang (sudah sekitar delapan tahun lalu) adalah kehilangan momen untuk membahagiakan Simbah disaat-saat terakhirnya. Nggak yakin juga, sih, kalau aku mewujudkan hal itu bakal membuat Simbah bahagia atau enggak. Tapi satu yang pasti, aku nyeseeeel banget nggak mewujudkan keinginan sepele Simbah itu.
Saat kejadian itu aku kelas XI SMA, sekitar tahun 2007. Simbahku yang memang sudah tua yang biasanya sehat walafiat tiba-tiba sakit dan kondisinya sedikit mengkhawatirkan. Beliau bilang ke aku ingin makan kue yang pernah aku bawa sepulang sekolah. Jadi dulu aku sering bawa jajan atau kue-kue yang aku beli di kantin sekolah buat Simbah.
Saat simbah minta kue itu, aku lupa kue yang mana yang dimaksud Simbah. Beliau bilangnya kue yang dalamnya ada selai merah. Aku coba mengingat tapi tetap saja nggak ingat. Kue apapun yang aku ingat pernah kasih ke Simbah aku beli dan nggak ada satu pun yang sesuai keinginan Simbah.
Beberapa Minggu setelah kejadian itu sakit Simbah tambah parah bahkan beliau sempat koma selama beberapa hari. Dan sekitar tiga bulan kemudian Simbah dipanggil Tuhan dengan meninggalkan penyesalan dalam benakku.
Aku baru ingat kue apa yang dimaksud Simbah, selang beberapa Tahun setelah Simbah meninggal. Yaitu biskuit susu bentuk bulat yang dalamnya ada selai strawberry yang banyak dijual di minimarket (maaf nggak bisa sebut merk, takut dikira iklan... hehee). Dan hal itu malah membuat hatiku sakit, menyesal karena saat itu nggak mengingatnya. Sekarang, setiap kali makan kue itu selalu ingat Simbah dan bikin sedih.
Banyak banget ‘kenapa’ yang terlintas dibenakku. Kenapa saat itu aku nggak mengingatnya? Kenapa aku ingatnya ketika Simbah sudah nggak ada? Kenapa aku nggak bisa memenuhi permintaan terakhir Simbah padaku saat itu?
Sejak saat itu, ketika orang yang kusayang menginginkan sesuatu dariku─selama hal itu mungkin untuk kuwujudkan─aku akan berusaha untuk mewujudkannya agar nggak ada lagi penyesalan karena kehilangan momen buat membahagiakan orang yang kusayang.