Google+ Badge

Sabtu, 26 Oktober 2013

Flash Fiction : Sudahkah Indonesia Merdeka?


“Menurut kalian, Indonesia sudah merdeka belum sih?”
“Kalau secara hitam diatas putih, Saat Presiden Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan dan mengibarkan bendera Merah Putih tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia sudah merdeka. Tapi secara kenyataan, sepertinya  belum.”
“Tidak bisa disebut merdeka sebelum kesejahteraan rakyat terpenuhi.” Sahut seseorang.
“Lalu, menurutmu, seperti apakah kemerdekaan itu?”
“Merdeka itu, bebas dari kemiskinan.”
“Menurutku, merdeka itu bebas dari mahalnya bahan pangan. Mau beli beras saja, tidak bisa. Ngutang dulu. Kalau saja pasir ini bisa dimakan, sudah pasti aku masak.”
“Kalau menurut kamu?” Dia menunjuk temannya yang lain.
“Merdeka itu, saat kita tidak perlu antri untuk mengambil sembako murah.”
“Bisa disebut merdeka kalau pendidikan itu murah. Sehingga rakyat bisa mengenyam pendidikan yang layak. Karena zaman sekarang ini banyak lowongan pekerjaan yang mencari orang berpendidikan. Untuk yang tidak berpendidikan, dapat kerjanya ya seperti kita ini.”
 “Kalau menurutku sendiri, merdeka itu bebas dari korupsi.”
“Betul itu, kawan. Petinggi Negeri kita itu hanya sibuk memperkaya diri dengan korupsi. Mencuri uang rakyat untuk membeli rumah mewah, membeli mobil mewah. Padahal masih banyak rakyat miskin yang membutuhkan uang tersebut.”
“Ada lagi. Merdeka itu juga bebas dari suap diantara kalangan aparat Negara. Ngakunya penegak hukum, tapi, mereka menerima suap dan memperpendek masa hukuman pejabat yang menyuap mereka.”
“Bahkan ada yang menyuap hakim dan jaksa untuk membebaskan dia. Kalau hakim saja bisa disuap, kemana perginya keadilan di Negara ini?” Sahut seseorang dengan emosi.
“Kepala polisi bisa sampai memiliki rumah mewah hampir disetiap daerah. Banyak istri simpanan. Sebesar apa sih gaji pegawai negeri? Sampai mereka bisa memiliki kemewahan-kemewahan itu.”
“Dengan kata lain, di negara ini yang kaya yang berkuasa. Lalu, bagaimana nasib kita yang tidak mempunyai uang? Haruskah diabaikan?” Semua terdiam.
“Kesimpulannya, merdeka itu, Pemerintah mengayomi dan mensejahterakan rakyat, sehingga rakyat bisa hidup tentram. Sudah, mari kita kerja lagi.” Kata seorang kemudian berdiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar