Google+ Badge

Minggu, 03 November 2013

Teman atau Sahabat?


Teman atau Sahabat??

Sahabat sama temen itu beda lo ya!? Jangan sampai salah. Sahabat itu pasti temen, tapi temen belum tentu sahabat.

TEMAN itu, hanya sekedar kenal,tahu nama dan akrab. Kalau, sahabat….

SAHABAT itu, dia adalah teman. Teman berbagi. Saling memberi. Ada disetiap kita butuh. Ada disetiap kita tertawa. Ada disetiap kita menangis. Ada disaat kita butuh dukungan. Ada disaat kita butuh semangat. Siap menegur kita saat kita salah. Siap membuat kita tertawa saat kita bersedih. Mau direpotkan dan mau merepotkan. Karena itulah gunanya sahabat.

So, udah bisa bedain sekarang? Termasuk dalam kategori apa orang yang ada disampingmu itu? Temen atau sahabat?

6 komentar:

  1. artikel nya bagus kak,. temen itu hanya ada di saat kita senang tampa memikirkan saat kita susah nantinya . tapi sahabat dia akan selalu ada ! ada dimana ??? di hati kita di jiwa kita dan didalam kehidupan kita sampai nanti ! sampai kapan ??? sampai kita terpisah oleh dimensi ruang ! ruang apa ?? ruang yang akan memisahkan raga kita didunia untuk selama lamanya !!! :)

    BalasHapus
  2. Hmm postingan di atas mengingatkan aku pada seorang sahabat penaku yang jauh di sana, dia baru saja merasa kehilangan seorang sahabat cuma karena masalah salah paham, aku rasa salahnya ga begitu rumit dan parah, tapi sayang dia malah memilih memutus tali persabatannya cuma gara-gara masalah kaya gitu. Setelah mendengar cerita seperti itu aku jadi lebih hati-hati dan lebih selektif mana yang layak kita sebut sahabat dan mana yang bukan. Takutnya cuma memanfaatkan kelebihan kita doang, giliran sudah ga butuh malah di tendang hehee maaf jadi curhat hheu.
    Pokoknya Setuju banget sama postingan di atas. Betul sekali ! makna sahabat dan teman itu berbeda sekali. Teman ya hanya sebatas kenal dan tahu dan saling berinteraksi satu sama lain. Berbeda dengan sahabat, sahabat itu tak akan kenal lelah dalam mendengar segala keluh kesah kita, tempat berbagi suka dan duka, tak hanya menerima kelebihan kita, tetapi seorang sahabat juga mau menerima segala kekurangan kita, kita harus sadar pada dasarnya manusia tak ada yang sempurna, tak luput dari salah, sahabat sejati tentunya pasti akan selalu terbuka pintu hatinya apabila kita telah menoreh kesalahan, sekalipun itu kesalahan terbesar yang pernah dilakukan. Bukankah seorang sahabat sejati senantiasa untuk saling mengingatkan apabila kita tengah pada jalur yang keliru ? biar kita bisa berkaca diri dan introspeksi apa yang telah kita perbuat, dan tentunya lebih berhati-hati dalam bertindak dan bersikap untuk kedepannya...

    Nama : Dewi Sri
    Twitter : @dewisrii_

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pernah alami kok Dewi. Bahkan sekarang aku ajdi jauh sama sahabatku itu. Padahal dia itu udah aku anggap kayak adek sendiri. Tapi ya sudahlah, dianya mau begitu. Kita bisa apa kan?

      Hapus
  3. Bagiku, semua orang itu teman... teman. Ya teman, tapi dari banyaknya mereka, hanya beberapa aja yang aku anggap sahabat. Hanya beberapa yang bisa terima aku apa adanya Kak :))

    @asysyifaahs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu. Tapi kadang cuma kita yang menganggap sahabat. mereka enggak. Gimana dong?

      Hapus