Google+ Badge

Selasa, 12 Mei 2015

Tentang Jatuh Cinta dan Cinta Pertama [ Usapan Sekilas Di kepala ]



Jatuh cinta padanya nggak pernah terpikirkan olehku. Sama sekali malah. Bahkan awalnya aku sama sekali nggak tertarik dengannya.

Sentuhan-sentuhan sekilasnya dikepalaku. Senyum hangatnya setiap kali berpapasan denganku. Caranya memanggil namaku. Hal-hal kecil kayak begitu yang akhirnya membuatku luluh dan mengakui bahwa aku jatuh cinta pada si cowok yang suka ganti-ganti pacar dan selengekan itu.

Contoh hal kecil yang dia lakukan, yang akhirnya membuatku jatuh cinta.
Dia berjalan dari arah berlawanan denganku. Tersenyum. Selalu dengan sneyum hangatnya. Bila hal itu terjadi, maka drum di dadaku akan bermain dengan hebohnya. Membuatku hampir kehilangan napas saking nervous-nya. Dia berhenti tepat dihadapanku. Dengan tubuh menjulangnya. Membuatku refleks menghentikan langkah juga. Kami saling tatap untuk beberapa saat.

“Pagi.” Dia menyapaku. Dengan suaranya yang setipe dengan Vino Bastian [tapi mukanya jauh dari Vino Bastian… :)) ]
“Pagi.” Jawabku dengan suara sepelan suara angin. Aku yakin dia tidak mendengarnya.

Tapi dia tersenyum. Semakin lebar. Lalu mengusap puncak kepalaku. Dadaku semakin jumpalitan. Kemudian dia berlalu meninggalkanku tanpa sepatah kata pun.


Ahh… perlakuannya padaku, sekecil dan sesepele apa pun itu selalu sukses membuatku blushing. Membuatku bahagia. Membuatku salah tingkah. Membuatku semakin menyukainya. Bahkan saat hanya mengingatnya sekarang ini, dadaku masih kebat-kebit nggak jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar