Jumat, 27 Desember 2013

Cowok Alay, Ke Laut Aja!



Mendengar kata alay atau lebay saja rasanya sudah muaaak banget. Apalagi cowok alay. Definisi alay sendiri adalah manusia yang suka berlebihan dalam segala hal. Bahasa penulisannyaentah di akun jejaring sosial atau di messageaneh. Misal dalam menulis tempatnya di mana? mereka menulisnya Tem4nx di5na?. Ini yang paling aku benci dari anak alay. Bukankah dari kita masih TK sampai SMA ada pelajaran bahasa Indonesia? Kok ya nggak diterapkan gitu ilmu yang didapat. Menulislah dengan bahasa dan penulisan yang benar!
Belum lagi dengan bahasa-bahasa aneh. Kata semangat ya jadi cemungut ea. Semangat Kakak jadi semangka. Demi apa jadi miapa. Aduuuh, panas kupingku jadinya.
Dan yang paling membuatku ilfil adalah, cowok alay. Cowok yang seharusnya keren dengan segala atributnya. Cool, santai, cuek, angkuh, berpakaian casual. Kalau cowok alay jatuhnya jadi ngondek. Celana skinny jeans yang super duper ketat dengan warna-warna norak. Gerakan-gerakan berlebihan mereka dan bahasa mereka yang beberapa sudah kusebutkan diatas.
Bayangkan saja, seorang cowok memakai skinny jeans super duper ketat warna hijau muda dipadu dengan kemeja warna kuning cerah dan sneaker shoes merah cabe. Ketawa nggak sih kalau kalian melihatny? Kadang masih ada yang ditambahi dengan topi rajut ala-ala gadis pantai dan syal dengan warna ngejreng juga. *mukul jidat sendiri*
Buat kalian yang belum tahu model cowok alay itu seperti apa, lihat saja disetiap acara-acara musik di hampir semua stasiun televisi Indonesia. Mereka yang suka joged-joged bareng dengan gerakan ANEH. Atau mereka yang suka teriak-teriak diacara lawak atau reality show. Yang duduknya paling depan.
Satu lagi cowok yang menurutku masuk dalam kategori alay. Mereka yang sedikit-sedikit update status. Entah di twitter, facebook, BBM atau apalah itu sebutannya. Lagi makan, update status. Lagi ke kota A, kota B, Negara A, Negara B, di update ke status. Baru beli gadget ini, gadget itu, di update di status. Bahkan jidat kejedot pintu pun di update ke status. Lagi galau, update status. Ditolak, update status. Upload foto dengan gaya narsis. Bibir dimajuin lah, pipi dibikin cabi, senyum yang dibuat-buat. Ampun deh! Harus ya, semua yang terjadi dalam hidup kalian di update atau di upload? Penting, gitu? Kalau istilah kerennya, mereka itu NGGAK BANGET.
Menurutku, cowok itu harusnya, dalam berpakaian: santai, casual, dengan warna-warna yang cowok banget gitu lah ( warna gelap: biru, cokelat, hitam, abu-abu*pokoknya bukan warna ngejreng lah ). Dalam berbicara menggunakan bahasa yang benar. Jangan memakai bahasa alay. Cewek ilfil nantinya.

So, COWOK, jadilah cowok yang SESUNGGUHNYA. Tinggalkan kehidupan alaymu yang hanya cocok untuk anak-anak SMP dan SMA itu. Bersikaplah selayaknya manusia seumuran kalian.

Sabtu, 21 Desember 2013

SURAT UNTUK IBU



Hi, Mom. How are you today? Hhhh…. Andai saja aku bisa langsung bilang itu ke Ibu.
Kalau saja Ibu tahu? Betapa irinya saat aku melihat keluarga bosku lagi kumpul. Anak-anak mereka yang manja-manjaan sama Mamanya. Anak-anak mereka yang bercanda, tertawa bareng, berantem. Apalagi kalau lihat bos ngelakuin hal-hal kecil yang itu sangat aku inginkan. Misalnya dia benerin rambut anaknya yang berantakan. Atau sekedar ngusap kepala anaknya.
Aku juga ingiiin banget setiap aku bangun tidur orang yang kulihat pertama kali adalah Ibu. ( biasanya Ibu lagi sibuk sama kompornya, bikin sarapan buat suami sama anak-anaknya )
Aku juga ingin setiap aku bangun kesiangan ada yang membangunkanku. Aku ingin setiap berangkat kerja pamit ke Ibu. Mencium tangan Ibu, memeluk Ibu. Mengucapkan salam dan menerima bekal yang Ibu siapin buat aku. ( aku suka nangis pas lagi makan inget Ibu, pengen makan masakan Ibu ) Mendengar pesan Ibu, “Hati-hati di jalan. Kerja yang serius.
Aku ingin, saat aku pulang kerja Ibu menyambutku dengan senyum lembutnya. Yang bisa membuat hatiku tenang. Senyum yang mampu menghilangkan letihku.
Taukah, Ibu? Kadang aku tersenyum miris atas kelakuan konyolku saat kangen Ibu. Menatap foto Ibu dan bertanya, “Ibu lagi ngapain?” atau “Aku kangen, Bu.” Atau mencium fotomu sesaat sebelum tidur.
Ibu, terima kasih telah menjagaku selama dirahimmu. Dari minggu pertama sampai Minggu ke tiga puluh enam. Terima kaish atas pengorbannanmu dalam melahirkanku. Terima kasih atas perjuanganmu untuk merawatku, mendidik dari bayi sampai sebesar ini.
Terima kasih untuk setiap belaian tanganmu. Terima kasih untuk senyum hangatmu yang menenangkanku saat aku emosi.
Terima kasih untuk pengorbananmu, kerja dari pagi sampai malam untuk biaya sekolahku. Aku amsih inget, bagaimana bahagianya aku saat menerima sepeda pemberian Ibu. Sepeda yang Ibu beli dari hasil kerjamu.
Bagiku, Ibu adalah hidupku. Terasa hamapa saat jauh darimu seperti saat ini. Terasa kurang saat sehari saja tidak melihatmu.
Dibalik sikap lembutmu, kadang engkau juga berteriak saat aku membuatmu kesal atau melawanmu. Aku tahu, Ibu hanya ingin menegaskan bahwa, “Aku ini Ibumu. Aku tidka mengharapkan imbalan apapun darimu selama mengasuhmu. Hanya saja, hargai aku sebagai Ibumu. Sebagai orangtuamu.”
Ibu, aku minta maaf atas semua air mata yang engkau curahkan karena aku. Aku sungguh, sungguh menyesal setiap kali berkata keras padamu, menutup telepon darimu karena jengkel sinyal buruk. Marah-marah. Padahal itu bukan salah Ibu.
Maaf karena sering menjadikan Ibu sebagai sasaran kejengkelanku atas orang lain. Maaf untuk membuatmu berdebat bahkan sampai bertengkar dengan Ayah hanya karena membelaku. Hanya karena membela sikap egoisku.
Terima kasih, Ibu. Aku sangat, sangat, SANGAT mencintaimu.



Mom, You Are My Everything



Ibu…
Karena kasih dan cintamu aku hadir didunia ini
Karena kasih dan cintamu aku bertahan sampai saat ini

Ibu…
Engkau adalah setiap detak jantungku
Engkau adalah setiap desir darahku
Engkau adalah setiap hela napasku
Engkau adalah setiap kedipan mataku
Engkau adalah senyum dan tawaku

Ibu….
Engkau adalah setiap detik waktuku
Engkau adalah cahaya penerang jalan kelamku
Engkau adalah matahari untukku
Engkau adalah surgaku
Ibu, engkaulah hidupku

Itu puisi buat Ibu. (ya kalo bisa disebut puisi)
Aku nggak akan mengatakan ‘surga dibawah telapak kaki Ibu’ sebagai salam pembuka. Karena itu udah seriiing banget disebut siapapun. (ehh, yang barusan aku juga bilang. Sama aja donggg?) Baiklah, ini yang mau aku katakan.
Semua pasti akan dan pernah mengakui. Tanpa Ibu, kita nggak akan pernah ada di dunia. (jangan bilang ada yang nggak mengakui itu? Durhaka, tau?)
Ya. Itu benar banget. Berkat Ibu aku jadi tahu seperti apa itu dunia. Indahnya. Sakitnya. Seperti apa itu kasih sayang. Seperti apa itu hidup. Seperti apa itu cinta.
Saat aku membicarakan cowok yang aku suka dengan menggebu-begu, Ibu hanya mendengarkan dan tersenyum lembut. Sekalipun aku nggak pernah bilang kalau dia cowok yang spesial buatkuhanya dengan senyum Ibuitu cukup menyatakan kalau beliau tahu makna dibalik sikap menggebu-gebuku.
Saat aku menceritakan kejengkelanku atas seseorang dengan penuh emosi, Ibu bilang, “Sabar, Nak!”.
Saat aku mengeluh atas masalah yang nggak juga pergi dari hidupku, Ibu bilang, “Itu cobaan buat kamu.”
Disaat aku mengeluh atas nasibku yang nggak seberuntung Kakak atau Adikku, Ibu bilang, “Setiap orang itu punya rezeki masing-masing, Nak.”
Yang paling lucu, saat aku mengeluh kenapa wajahku nggak mirip sama Kakak-Adikku yang wajahnya mirip Ibu, Ibu bilang, “Karena kamu anak Ayah.”
Dan disaat aku marah sama sikap Ibu yang kadang membuatku jengkel juga, Ibu nggak berkata apa-apa. Hanya menatapku lembut kemudian tersenyum. Yang membuatku malah tertawa melihat sikap Ibu itu. Dan melupakan kejengkelanku. Mana pernah bisa sih, aku lama marahan sama Ibu?
Satu lagi, karena aku anak perempuan satu-satunya, sudah pasti kalau aku yang paling dekat dengan Ibu. Dulu, sebenatr pun aku nggak bisa jauh dari Ibu. Dan sampai saat ini pun (disaat usiaku yang nggak bisa dibialng remaja lagi), setiap kali aku pulang kerumah Ibu sellau menemaniku tidur. (yeay, silahkan sebut aku manja atau apa)
Itu keinginan Ibu lho. Katanya, mau menikmati kebersamaannya denganku selagi aku masih single. Nanti kalau aku sudah menikah katanya nggak bisa lagi bermanjaan seperti itu. (manis kan?)

Oke. Sekarang aku mau bicara serius. *berdehem ngetes suara* (taelaa, kayak suaraku bagus aja)
Ibu, terima kasih telah merawatku dari bayi sampai sebesar ini. Terima kasih telah merawatku saat aku sakit. Terima kasih untuk setiap belaian tanganmu.
Terima kasih untuk telaten mengajariku berbicara, makan, minum, berjalan. Terima kasih atas nasihat-nasihatmu yang dulu sering aku abaikantapi sekarang udah mulai aku terapkan, walau masih belum seratus persen sih ( kan semua perubahan itu butuh proses, Mom…. Hehee ).
Terima kasih atas bekal nasehat-nasehat yang harus aku lakukan dan yang nggak boleh aku lakukan sebagai seorang perempuan. ( Ibu menasehatiku soal ini dari aku belum bisa mencerna arti kalimat itu sampai aku beranjak dewasa dan ngerti banget makna kalimat itu. Nggak ada lelahnya Ibu mengulang nasehat-nasehat itu )
Aku juga minta maaf karena telah membuatmu susah tidur, susah berjalan, susah makan, saat aku ada di rahimmu. Maaf untuk malam-malam yang harus Ibu habiskan untuk terjaga karena aku yang rewel dan nggak berhenti menangis saat bayi.
Maaf membuatmu khawatir saat aku sakit. Maaf atas air matamu karena sikap membangkanku, kata-kata kurang ajarku. Maaf, karena sampai saat ini (saat aku sedewasa ini) yang kulakukan hanya mengeluh padamu, menyusahkanmu, membuatmu khawatir, masih belum bisa membahagiakanmu, dan masih menyusahkanmu dengan tingkah-tingkahku.
Thank you, Mom. For ALL you’ve done for me. Untuk semua pengorbananmu. Aku sangat, sangat, SANGAT mencintaimu.

<< Mom, you are my life.  YOU ARE MY EVERYTHING!!


Sabtu, 30 November 2013

Tipe Cowok Yang Wajib Dihindari




Banyak banget tipe cowok didunia ini. Dan saya membaginya dalam dua kelompok. Kelompok pertama cowok yang wajib dicari dan kelompok kedua cowok yang wajib dihindari. Disini saya akan membahas cowok yang wajib dihindari.
Tipe cowok yang dicari hampir semua cewek didunia. Entah yang berasal dari ‘kasta’ Sudra sampai Brahmana adalah : good looking, baik, perhatian, pengertian, bertanggung jawab, cerdas, setia dan mapan dalam pekerjaan alias tajir ( pada ngarep semua ).
Sah-sah saja mencantumkan semua yang saya tulis diatas sebagai list syarat jadi cowok kalian. Tapi, ya harus sadar diri juga dong siapa kita dan masuk ke ‘kasta’ apa kita. Jangan maruk begitu.
Baiklah. Kita akan langsung bahas tipe cowok yang wajib dihindari.
1.       Cowok supel ( mudah bergaul, care, welcome sama siapa saja )
Tipe cowok yang seperti ini yang gampang sekali mengambil hati wanita. Dengan sifatnya yang supel ( pintar bergaul dengan siapa saja ) dan suka mengumbar perhatian itu akan membuat cewek jadi salah paham. Jadi buat para cewek, jangan terlalu ge-er kalau ada cowok tipe ini yang dekat denganmu. Bisa saja tujuannya hanya untuk berteman. Dan kebanyakan tipe cowok begini, suka menjadikan cewek buat permainan.
2.       Cowok gombal ( pintar merayu dengan kata-kata manis )
Tipe cowok perayu seperti ini adalah cowok yang kebanyakan bullshitnya daripada seriusnya. Siapa saja pasti dirayu. ( tipe-tipe cowok player )
3.       Cowok matre
Cewek mana sih yang mau punya pasangan model begini. Baru juga jalan pertama, masa minta dibayarin. Pura-pura nggak bawa dompet. Pura-pura kehabisan pulsa makannya nggak bales BBM atau SMS. Jadinya biar dibelikan pulsa sama ceweknya. Pura-pura pinjam uang, ehh, ujung-ujungnya uang kita nggak balik.
4.       Cowok kasar
Marah sedikit ngebentak. Kadang main pukul seenaknya. Udah. Kalau kalian nemu cowok model begitu, dia nampar balas tonjok. Dia nonjok balas tendang. Dia nendang, tusuk aja ( saran sesat, jangan diterima. Hhhh ). Tunjukkan pada mereka bahwa wanita sekarang nggak selemah wanita zamannya Kartini.
5.       Cowok Posesif
“Kamu lagi dimana, ngapain, sama siapa? Pulang jam berapa?” Duh, kayak lagu saja. Orangtua kita saja nggak pernah seperti itu. Selama kita perginya pamit, mereka nggak akan telepon berkali-kali cuma buat tanyain itu. Ya kan? Kan?
6.       Cowok Kemayu
Cowok kemayu itu identik dengan cowok yang nggak gentle sama sekali, lemah. Bayangkan saja kalau kita lagi jalan sama dia. Terus ditengah jalan ditodong sama perampok. Bukannnya lawan itu perampok, yang ada dia akan pipis dicelana karena ketakutan kali.

Nah, itu dia tipe cowok yang masuk dalam blacklist saya dan wajib buat dihindari. Walau mungkin banyak yang nggak setuju sih. Sah-sah saja. Setiap orang kan punya cara pandang yang berbeda.
Tapi, saya nulis begitu karena saya pernah menemui cowok-cowok tipe diatas. Bikin makan hati ( curcol… hehee ). Yang pinter-pinter ya, kalau pilih cowok. Apalagi kalau pilih buat yang serius. Harus lebih selektif.

Okay, ladies, selamat berburu cowok!!

Selasa, 26 November 2013

Salahnya Mengartikan Emansipasi



Orang-orang kadang salah kaprah dalam mengartikan emansipasi. Apalagi kaum cowok. Mereka bilang kasar pada cewek atau bersikap seenaknya itu bukan masalah karena ini zaman emansipasi. Hallo? Boys, yang dimaksud emansipasi adalah persamaan hak di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Misal, persamaan hak antara kaum wanita dan laki-laki.
Kita ambil contoh simple saja. Ada seorang cowok yang mengatakan, “Kamu itu cewek. Gunung bukan tempat kamu.” Nah. Yang seperti ini yang harus ditegakkan atas nama emansipasi. Memangnya kenapa kalau kami cewek? Toh kami juga dilahirkan dengan memiliki dua tangan dan dua kaki seperti kalian kaum cowok. Kami diberi tenaga juga, diberi akal pikiran juga seperti kalian. Bukan masalah kalau kami ingin mendaki gunung.
Kami hanya tidak memiliki tenaga sekuat kalian. Dan disinilah peran seorang cowok. Adanya kalian itu untuk membantu dan mendukung kaum cewek. Bukan malah menghina atau mengintimidasi dengan kekuatan lebih kalian itu.
Ada lagi yang bilang, “Tau apa sih kalian, cewek. Kalian itu cuma makhluk halus. Lemah. Sensitif dan pikirannya hanya dipenuhi dengan kata idealis. Nggak realistis sama sekali.” Jawabannya adalah, kalau semua makhluk didunia ini sejenis dengan laki-laki yang super kuat, keras dan realistis, rasanya dunia nggak akan bertahan sampai umur 2013. Jadi tidak seimbang. Tolong dipahami : tidak akan ada kuat tanpa adanya si lemah. Tidak akan ada realistis tanpa adanya idealis.
So, perbedaan sifat dan karakter itu yang akhirnya saling melengkapi. Bukan malah menjadikan sifat cewek yang kalian anggap lemah sebagai alasan untuk mengintimidasi dan berlaku kasar pada kami. Menganggap kami lemah. Padahal, kelemahan paling lemah para cowok adalah kami, cewek.
Tolong diingat, Ibu kalian juga cewek. Bagaimana perasaannya kalau mendengar berita tentang kekerasan terhadap cewek, penganiayaan, tentang pelecehan seksual terhadap cewek? Hatinya pasti sakit. Kalau misal Ibu kalian diposisikan pada posisi yang dikasari dan dilecehkan, apa kalian akan terima? Enggak kan?
Jadi, berhentilah menganggap cewek itu adalah ‘makhluk jauh dibawah kalian’. Yang bisa kalian perlakukan dengan seenaknya. Jangan lupa, pada akhirnya kalaian juga butuh cewek. Kita hidup harus saling melengkapi.


Cinta itu Harus Memiliki



Kata banyak orang mencintai itu nggak harus memiliki. Awalnya aku percaya-percaya saja dengan statement itu. Mungkin dulu aku masih terlalu muda untuk mengerti makna cinta itu apa. Masih munafik dengan menyatakan cinta tidak harus memiliki.
Ada yang berperan dalam berubahnya statementku itu. Pertama motivator Mario Teguh. Aku suka dengan kata-katanya. Kurang lebih seperti ini. “Cinta itu bukan a waiting game, tapi a fighting game. Cinta bukan permainan menunggu, karena cinta itu tak sabaran. Cinta itu untuk diperjuangkan. Cinta itu harus memiliki. Siapa cepat, dia dapat. Siapa berani, dia menang.”
Yang kedua, Esti Kinasih pernah menulis dalam sebuah novelnya. Kurang lebih seperti ini. “Cinta itu bahagia melihat orang yang dicintai bahagia walau bukan dengan kita. Bullshit! Omong kosong! Siapa sih yang ngomong kayak gitu? Sok dewasa banget! Jangan-jangan habis ngomong gitu besoknya itu orang bunuh diri lagi.”
Aku bukan remaja lagi. Dari kedua statement itu aku jadi berpikir. Ya, cinta itu memang harus memiliki. Agar terjadi keseimbangan dalam hati kita. Agar kita tidak hanya berharap. Tapi juga memperjuangkan dan kalau beruntung memiliki.
Kalau memang cinta, ya nyatakan. Perjuangkan. Masalah akhir, diterima ya syukur. Tidak terima ya sudah. Cari yang lain. Berarti dia bukan jodoh kita. Jangan terlalu berlarut pada cinta sepihak kita.
Buatku sekarang, cinta itu harus dinyatakan. Nggak peduli cewek yang menyatakan dulu atau cowok yang menyatakan dulu. Nggak ada yang memalukan dari cewek yang menyatakan lebih dulu. Nyatakan saja. Tanpa meminta jawaban. Itu yang terpenting. Dengan begitu beban di hati kita jadi lebih ringan

Minggu, 03 November 2013

Teman atau Sahabat?


Teman atau Sahabat??

Sahabat sama temen itu beda lo ya!? Jangan sampai salah. Sahabat itu pasti temen, tapi temen belum tentu sahabat.

TEMAN itu, hanya sekedar kenal,tahu nama dan akrab. Kalau, sahabat….

SAHABAT itu, dia adalah teman. Teman berbagi. Saling memberi. Ada disetiap kita butuh. Ada disetiap kita tertawa. Ada disetiap kita menangis. Ada disaat kita butuh dukungan. Ada disaat kita butuh semangat. Siap menegur kita saat kita salah. Siap membuat kita tertawa saat kita bersedih. Mau direpotkan dan mau merepotkan. Karena itulah gunanya sahabat.

So, udah bisa bedain sekarang? Termasuk dalam kategori apa orang yang ada disampingmu itu? Temen atau sahabat?